parenting

 

Menjadi orang tua, adalah hal yang diharapkan sebagian besar pasangan. Meskipun nggak semua pasangan bisa merasakannya. Bersyukur, saya beruntung bisa merasakan bagaimana menjadi orang tua. Ya, selain sebagai seorang istri, saya juga berstatus sebagai ibu dua orang anak.

Masih teringat saat dulu saya menantikan kelahiran anak pertama. Rasanya campur aduk, antara bahagia, bingung, cemas, dag dig dug, antusias dan sebagainya. Apalagi saya menantikannya setelah berjuang melawan PCOS. Seperti ingin berkata, akhirnya perjuangan kami nggak sia-sia. Kami bisa memiliki anak. Apakah itu benar?

Awal Perjuangan Sesungguhnya

Jika kalian berpikir bahwa perjuangan memiliki anak berakhir ketika dia lahir, maka itu salah. Karena justru perjuangan sesungguhnya baru dimulai. Ya, karena memiliki anak bukan sekadar mengandung dan melahirkan saja. Melainkan juga mengasuhnya. Percayalah, mengasuh anak bukanlah hal yang mudah.

Jika ada yang bilang bahwa the hardest is being a parent. That’s so true. Mengasuh anak merupakan pekerjaan tersulit yang pernah ada. Bayangkan saja, menjadi orang tua maka tanggungjawab pengasuhan tersebut kamu emban seumur hidup. Setiap hari selama 24 jam dalam 7 minggu, hingga selamanya. Apakah itu mudah? Tentu saja bohong kalau saya bilang itu mudah. 

Menjadi orang tua yang baik merupakan hal yang sulit meski tak mustahil. Menjadi orang tua sempurna? Ah, itu tergantung dari masing-masing orang. Seperti apakah kriteria orang tua sempurna menurutnya. Jadi penilaian tersebut sudah menjadi sesuatu yang subjektif. Dan ya, bisa saja kamu menjadi orang tua yang sempurna. 

Saya sendiri memiliki standar kriteria tersendiri tentang orang tua sempurna. Namun bisakah saya memenuhi kriteria tersebut dan menjadi orang tua sempurna? Well, itu pertanyaan yang lain lagi. Namun jika boleh jujur, sepertinya saya nggak akan pernah bisa memenuhi kriteria orang tua sempurna. 

Kenapa? Karena saya sadar diri. Saya hanyalah manusia dengan banyak kekurangan. Alasan yang klise sekali bukan? hahaha…. Tapi memang seperti itulah adanya. Banyak kekurangan dalam diri saya. Entah itu dari sifat, watak dan sebagainya. 

 

 

bagaimana rasanya menjadi orang tua

Begitu menjadi ibu dari anak saya yang pertama, rasanya saya seperti memasuki hutan belantara yang sangat asing. Banyak hal baru yang saya temui. Semua angan dan bayangan saya tentang rasanya menjadi orang tua yang baik, langsung ambyar.

Saat saya membayangkan diri memiliki anak dan menjadi orang tua, saya lupa bahwa yang saya hadapi adalah mahluk kecil yang juga manusia. Ya, anak juga manusia, sama seperti orang tuanya. Dia juga memiliki hati dan pikirannya sendiri yang bisa berubah-ubah. 

Semenjak itulah saya pun menyadari, bahwa menjadi orang tua yang baik apalagi sempurna bukanlah hal mudah. Malah merupakan pekerjaan yang sulit. Menjadi orang tua yang baik, kita di tuntut untuk terus belajar dan belajar. Sampai kapan? Tentu saja sampai kita berhenti menjadi orang tua. Bagi saya itu adalah saat saya berhenti bernafas. 

Menyadari kepribadian yang saya miliki, saya selalu berusaha memperbaiki diri agar bisa menjadi orang tua yang lebih baik. Meskipun ya…tentu saja itu sulit. Bahkan hingga saat ini pun, setelah bertahun-tahun kelahiran anak pertama. Sampai sekarang, saya masih merasa belum menjadi orang tua terbaik bagi anak-anak.

Memang, semenjak kelahiran anak saya, ada banyak kebahagiaan. Ada tawa dan canda selama kehadirannya. Si kecil pun menjadi mood booster bagi saya. Namun, tak bisa dipungkiri pula, ada kalanya pula saya menangis, sedih, hingga terpuruk. Bahkan muncul pula perasaan bahwa saya adalah ibu terburuk yang pernah ada. 

Lalu, apakah saya menyesal menjadi ibu dan orang tua? Never! Saya sadar saya memang belum bisa menjadi orang tua terbaik. Karena itu pula, saya hingga sekarang masih terus belajar. Saya masih mencoba memperbaiki diri, agar menjadi ibu dan orang tua yang baik bagi anak-anak saya. 

Yes, being a parent is the hardest job in the world. But, it’s the hardest job you will ever love. Itulah mengapa, kini saya menjadi orang tua dari dua anak dan mungkin lebih. Dan di blog inilah, saya ingin berbagi cerita tentang perjalanan saya menjadi istri, ibu dan orang tua bagi anak-anak saya. Ingin tahu cerita saya tentang hal lainnya? Jangan lupa mengunjungi blog saya yang lain di hanalle.com dan littlebackpacker.com ya!

 

 

 

 

Written by

Allaely Hardhiani

Seorang ibu rumah tangga biasa. Istri seorang ilustrator dan komikus sekaligus ibu dari dua orang anak luar biasa. Penyuka kopi yang suka membaca, kulineran, dan jalan-jalan. Saat ini sedang belajar dan berusaha menjadi orang tua yang lebih baik.